Mau dikirim barang terlebih dahulu? Silahkan Klik di Syarat & ketentuan

Pertolongan Pertama Kali Yang Harus Dilakukan Saat Terjadinya Kecelakaan

Pertolongan Pertama Kali Yang Harus Dilakukan Saat Terjadinya Kecelakaan

Pertolongan Pertama Secara Umum: Orang-orang yang terkena Iuka atau jatuh sakit dengan tiba-tiba, tentu tidak dapat menerangkan penyakitnya dan bagaimana Cara mengobatinya. Oleh karena itu, seseorang yang akan memberikan pertolongan harus meneliti keadaan penderita dan menentukan apa yang harus dilakukan dengan tepat.

Andai kata Andalah yang akan memberikan pertolongan darurat kepada seseorang yang tiba-tiba jatuh sakit atau terluka, segera lakukan pengobatan sebatas kemampuan Anda, jangan hanya menyesali diri karena tidak mempunyai dasar pengetahuan pengobatan. Apabila di sekitar Anda terdapat orang yang lebih mahir dalam memberikan pertolongan pertama pada pasien, biarlah orang tersebut yang melaksanakan pertolongan. Namun, apabila ridak ada seorang pun yang lebih mahir dari Anda, atasilah masalah tersebut secara langsung dan mintalah orang lain untuk membantu Anda, tanpa melukai perasaan mereka.

Apabila ada orang lain yang ingin mengganti Anda dalam melakukan pertolongan, tanyakan lebih dulu kecakapannya. Selama Anda yang menanganinya, biarlah orang lain mengikuti perintah Anda. Gunakanlah nada suara serius untuk meminta pertolongan mereka.

pertolongan pertama kali yang harus dilakukan saat terjadinya kecelakaan

Pertolongan Pertama Kali Yang Harus Dilakukan Saat Terjadinya Kecelakaan

Berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan saat melakukan pertolongan pertama pada orang yang sedang sakit:

1. Bersikap Tenang

Sekalipun Anda gemetar saat akan menolong pasien karena merasa ticlak sanggup, tetaplah bersikaplah tenang dan bersahaja. Kedisiplinan merupakan kunci agar Anda tetap bisa berpikir terang. Apabila pasien sadar, ketenangan Anda tentu tidak akan menimbulkan kepanikan jiwanya. Kepanikan jiwa pasien justru akan membuat guncangan jiwanya. Bersikap tenang juga dapat menimbulkan keyakinan pada orang-orang yang membantu Anda, sehingga dapat bekerja sama dalam menolong pasien.

2. Menghadapi Pasien yang Jatuh Sakit secara Tiba-tiba

Dalam hal ini hubungilah dokter dengan segera. Mintalah orang lain untuk menelepon dokter, sementara Anda merawat pasien. Terangkan kepada dokter kondisi pasien dan mintalah nasihat paclanya apa yang akan dilakukan sebelum dokter tiba.

3. Menghadapi Pasien yang Meminum Racun

Selidikilah jenis racun yang telah ditelan pasien. Pada botol racun, biasanya tertulis antinya. Apabila Anda tinggal di kota, biarlah operator telepon menghubungkan Anda dengan pusat pengamanan racun atau dengan seorang dokter. Apabila tidak ada pertolongan, berikan pertolongan pertama seperti pada petunjuk mengatasi keracunan pada bagian lain buku ini. Setelah itu, segera bawa pasien ke rumah sakit bagian ruang bedah, yang sebelumnya sudah dihubungi.

4. Menghadapi Pasien Kecelakaan

Hal pertama yang harus dilakukan saat terjadi kecelakaan adalah memanggil ambulans dan menelepon dokter. Pegawai-pegawai ambulans terlatih akan segera memberikan pertolongan pertama. Apabila kecelakaan terjadi di daerah terpencil di mana tidak ada ambulans, panggillah polisi atau hansip.

5. Jangan Terburu-buru Memindahkan Pasien

Kecelakaan Sesaat setclah terjadi kecelakaan, janganlah terburu- buru untuk memindahkan pasien, kecuali demi keselamatannya (pasien tergeletak di tengah jalan besar yang padat lalu  lintas). Dalam beberapa jenis kecelakaan, sangat berbahaya memindahkan seorang korban tampa peralatan yang pantas atau sebelum diberikan pertolongan pertama, karena itu dapat membahayakan jiwanya. jangan biarkan pasien duduk, apalagi berdiri atau berjalan.

6. Menghadapi Pasien yang Tidak Dapat Bernapas

Hal pertama yang harus dilakukau seseorang saat menghadapi pasien yang tidak dapat bernapas adalah segera memberikan napas buatan. Sebab, pasien yang selama 4-5 menit tidak dapat bernapas, tidak akan tertolong jiwanya. Pernapasan buatan dilakukan dari mulut ke mulut. Caranya, tiupkan napas Anda ke dalam paru-paru pasien melalui mulut, dengan menutup lubang hidungnya. Apabila ada kemungkinan leher pasien patah, janganlah mengubah posisi kepalanya saat memberikan napas buatan.

7. Menghadapi Pasien yang Mengalami Pendarahan

Cara yang paling mudah mencegah pendarahan adalah dengan membalut Iuka sumber pendarahan dengau pembalut bersih dan mengikatnya agak kencang.

8. Menghadapi Pasien yang Tidak Sadarkan Diri

Jagalah pasien yang tidalk sadarkan diri di tempat tersebut sampai keadaan memungkinkannya untuk dipindahkan. Usahakan agar pasien tetap dapat bernapas, baik bernapas sendiri maupun dengan napas buatan. jangan coba-coba untuk membangunkan pasien yang tidak sadarkan diri. jangan pula masukkan benda cair ke dalam mulumya. Sebaiknya, keluarkan benda-benda yang ada dalam mulut pasien, seperti gigi palsu, supaya itu tidak mengganggu pernapasannya. Selain itu, selimuti pasien agar tubuhnya tetap hangat.

9. Menghadapi Pasien yang Mengalami Patah Tulang

Keadaan paling gawat dari pacah tulang adalah ketika terjadi patah leher atau patah tulang punggung. Dalam hal patah komplikasi, apabila tulang sampai menonjol menembus kulit, lindungi Iuka tersebut agar jangan sampai terkena infeksi. Beculkan lerak yang patah, mungkin pakai belat, sebelum diangkut ke rumah sakit.

10. Perawatan Pasien sebelum Dokter Datang

Sambil menunggu dokter atau ambulans, ikuti petunjuk umum rentang perawatan pasien berikut:

a. jangan berikan minuman alkohol pada pasien;
b. longgarkan ikan pinggang atau dasi pasien;
c. pertahankan kehangatan tubuh pasien dengan menyelimutinya. Namun, jagalah jangan sampai pasien merasakan terlalu panas. jaga juga kulit pasien agar tidak terbakar oleh alat pemanas;
d. apabila pasien muntah, miringkan kepalanya ke kiri atau ke kanan untuk mencegah penyumbatan pada kerongkongan atau teuggorokan. Sebab, penyumbatan pada tenggorokan dapat mengakibatkan kematian.

11. Memindahkan Pasien

Pada saat memindahkan pasien, hendaknya berhati-hati, jangansampai mengubah posisi bagian-bagian tubuhnya. Tubuh pasien harus dibaringkan lurus dan mendatar, jangan melentur, terlipat, atau rerputar. Apabila pasien hendak dipindahkan dari tempat kecelakaan, gunakan selembar selimut yang terlipat memanjang. Dalam hal ini, tempatkan selimut di bawah pasien. Gulingkan tubuhnya ke sebelah, sementara lipatan selimut dibuka. Kemudian, kembalikan posisi pasien ke ternpat semula dan selimut dapat diluruskan. Selain clengau selimut, dapat juga digunakan tandu darurat yang rerbuat dari dua potong bambu dan dua buah jaket yang sudah dibalik (kedua jaket dikancingkan). Apabila alan-alat tersebut tidak ada, pemindahan pasien juga dapat dilakukan dengan usaha empat orang yang saling bekeria sama memindahkan pasien. Tiga orang mengambil tempat di sebelah korban (seorang pada bahu, seorang pada pinggang, dan seorang lagi pada lututnya), scmencara yang seorang mengambil tempat di bagian kepala. Ke-empat orang tersebut harus mengangkat rubuh secara serempak.

Pertolongan Pertama Kali Yang Harus Dilakukan Saat Terjadinya Kecelakaan

harga, pemesanan agaricpro

Mau dikirim barang terlebih dahulu? Silahkan Klik di Syarat & ketentuan