Mau dikirim barang terlebih dahulu? Silahkan Klik di Syarat & ketentuan

Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat

Pertolongan Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat,-

Kadang-kadang, keadaan membuat seseorang belum sempat ke rumah sakit saat akan melahirkan. Pada saat seperri ini, harus ada yang dapat menolongnya melahirkan sampai datang dokter atau sampai ibu dan bayi dibawa ke rumah sakit. Berikut hal-hal yang harus dilakukan saat membantu kelahiran bayi.

ketika membatu melahirkan bayi dalam keadaan darurat

Berikut ini Pertolongan Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat:

Persiapan Alat

Alat-Alat Yang Harus Disiapkan Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat Adalah Sebagai Berikut:

  • Keranjang aatu baskom yang dilapisi dengan selimut halus.
  • Selembar kain karet berukuran 1,2 meter persegi untuk melapisi tempat tidur sang ibu.
  • Satu sampai dua lembar kain bersih.
  • Satu sampai dua lembar handuk ukuran sedang, yang baru disetrika dan dilipat, serta belum dijamah oleh tangan.
  • Popok-popok kecil yang tersimpan bersih dalam kotak.
  • Tiga sampai empat potong kain yang panjangnya 25 cm dan lebarnya 1 cm. Dalam hal ini, kain pembalut, sobekan kain sprei, arau saputangan juga dapat digunakan.
  • Sebuah gunting untuk memotong tali pusar.
  • Sebuah baskom yang bergaris tengah 25 cm.

Persiapan Persalinan Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat

  • Baringkan ibu yang mau melahirkan secara telentang di pinggir tempat tidur agar dapat dijangkau dengan mudah oleh penolong pada waktu rnelahirkan.
  • Lutut pasien diangkat, sehingga ia dapat memegang kakinya sendiri setiap kali merasa sakit.
  • Apabila masih sempat, lapisi tempat tidur dengan lembaran kain karet atau plastik mulai dari bagian pinggang.
  • Bersihkanlah alat kemaluan pasien dengan air hangat dan sabun. Hal ini dilakukan untuk mencegah pencemaran pada saluran kelahiran. Pembersihan ini dilakukan mulai dari titik kemaluan ke luar dan ke bawah menuju lubang dubur.

Amaran saat Melahirkan

Sesaat Sebelum Bayi Lahir

Dalam Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat Jangan halangi kelahiran sang bayi walaupun dokter belum tiba atau sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Berbahaya bagi ibu dan bayi kalau menunda kelahiran dengan cara menolak kepala bayi dengan handuk atau pasien menyilangkan kakinya.

  • Saat Kelahiran Bayi

Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat ini Biasanya, kepala bayi akan tampak lebih dahulu, sementara bayi tersebut didorong melalui saluran kelahiran. Dengan posisi ibu seperti pada persiapan persalinan, muka bayi akan menghadap tempat tidur. Ketika kepala bayi melewati liang sanggama, jaringan-jaringan di sana akan melentur, bahkan terkadang sampai terkoyak. Biasanya, hal ini terjadi anrara kemaluan dan lubang dubur. Ada kalanya, koyakan ini dapat dicegah dengan melebarkan bibir kemaluan, tentu dengan memakai handuk bersih. Dengan keluarnya kepala bayi, bagian yang paling sukar sudah terlewati. Sambil menunggu bahu dan seluruh tubuh bayi lolos dari terowongan kelahiran, si penolong harus menopang kepala bayi, Dengan hati-hati, bersihkan hidung dan mulut bayi dari lendir.

  • Tangisan Bayi yang Pertama

Pada saat seluruh tubuh bayi keluar dan terdengar suara tangisan untuk pertama kalinya, bayi masih tertambat pada ibunya, karena tali pusar masih terhubung dengan tembuni. Biasanya, tali pusat ini cukup panjang, sehingga bayi dapar dipindah-pindahkan di sekirar ibunya meskipun masih terhubung. Penolong kemudian memegang pergelangan kaki bayi dan mengangkatnya ke atas, sehingga kepala bayi berada di bawah. Ingat, pada saat itu kulit bayi masih licin, jadi si penolong harus sangat berhati-hati, Dalam posisi seperti itu, si penolong dapat membersihkan sisa-sisa lendir dari hidung dan mulut bayi dengan menggunakan handuk bersih atau saputangan yang baru disetrika. Kemudian, usap-usap punggung bayi ke atas dan ke bawah. Biasanya, pada saat ini bayi akan menangis dan menghirup napas untuk pertama kalinya.

  • Mengikat Tali Pusar

Segera setelah bayi menangis, handuk bersih diletakkan di atas perut sang ibu. Baringkan bayi di atas handuk tersebut bersilangan dengan tubuh ibunya. Sekaranglah waktunya memotong tali pusar menggunakan pita-pita katun atau sobekan kain kapas. Jangan gunakan benang, karena hal itu akan melukai jaringan-jaringan tali pusar. Ikat pita tersebut dengan jarak 7 cm dari pusar bayi. Sementara ikatan dikencangkan, jaringan-jaringan halus dari tali pusar akan meriyisih ke samping, sehingga menekan dan menjepit pembuluh-pembuluh darah pada tali pusar. Ikatlah daerah tersebut dengan bersengaja Sebagai tindakan pencegahan, buatlah satu ikaran lagi di bawah ikatan yang pertama. Buatlah ikatan ketiga pada jarak 5 cm dari ikatan pertama arah ke tembuni. Kemudian, dengan menggunakan gunting, potonglah tali pusar di anrara dua ikatan luar, Luka akibat pemotongan tersebut akan mengeluarkan sedikit darah. Kalau darah mengalir lebih banyak, buatlah satu ikatan lagi pada tunggul pusar. Setelah tali pusar terpotong, sekarang bayi sudah terpisah sama sekali dari ibunya. Bungkuslah bayi dengan selimut lalu baringkan di sisi ibunya.

  • Tembuni

Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat selanjutnya adalah masalah tembuni. Sekarang perhatian penolong ditujukan pada tembuni yang biasanya meluncur dari terowongan kelahiran 15 menit kemudian. Tembuni dapat dituntun keluar dengan memegang talinya, tetapi jangan tarik tali itu. Sementara tembuni keluar dari liang sanggama, biasanya darah melimpah. Kemudian, tembuni dimasukkan ke dalam baskom untuk diperiksa seorang dokter.

  • Mencegah Pendarahan

Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat penolong harus betul-betul memperhatikan dengan pendaharan ketika melahirkan. Karena kekuatan melahirkan bayi terletak pada daya kontraksi otot dinding rahim sang ibu. Pada saat proses kelahiran sudah selesai, otot rahim akan meng kendur karena lelah Biasanya, otot rahim ini harus tetap kencang untuk mencegah pendarahan yang banyak. Sehingga, setelah tembuni dikeluarkan, tangan penolong harus segera diletakkan di atas perut ibu, tepat di bawah pusarnya. Di tempat ini, ia dapat meraba suatu gumpalan besar. Itulah rahim yang sekarang jauh lebih besar daripada ukuran sebelumnya. Déngan memijit dinding perut, rahim akan menciut. Selama satu jam pertama setelah rembuni keluar, periksalah keadaan rahim dengan merasakan dinding perut. Apabila otot rahim sudah kendur (menjadi lebih lunak) dan darah keluar lagi, maka jangan lagi memijit perut sang ibu. Biarlah sang ibu merabanya sendiri dan melaporkan keadaannya apabila sudah kendur.

  • Perawatan Selanjutnya

Langkah selanjutnya Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat adalah Setelah tembuni berhasil dikeluarkan, gunakan 2-3 lembar kain popok yang bersih untuk menutupi kemaluan ibu dan daerah sekitarnya. Kemudian, tutupi lagi dengan handuk yang sudah dilipat Handuk ini tidak perlu diikat, namun cukup dijepirt oleh kedua paha sang ibu. Sekarang, biarkah sang ibu beristirahat, Jagalah agar tubuhnya tetap hangat. Apabila ibu merasa dingin, gunakanlah kantong air panas untuk menghangatkan tubuhnya. Sementara dokter memberitahukan bagaimana memulai perawatan bayi, biarlah bayi tersebut menetek ibunya.

Itulah postingan mengenai Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat, mudah-mudahan postingan ini dapat bermanfaat bagi anda yang memerlukannya. terima kasih.

Ketika Membatu Melahirkan Bayi Dalam Keadaan Darurat

harga, pemesanan agaricpro

Mau dikirim barang terlebih dahulu? Silahkan Klik di Syarat & ketentuan